Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

Biografi Dalang: Ki Manteb Soedharsono

Gambar
Ia dijuluki “dalang setan” karena kemampuannya menggerakkan wayang (sabetan) dengan sangat cepat dan berputar-putar. Pertunjukan wayangnya semakin memukau karena ia memakai peralatan musik modern ke atas pentas dan mengusung isu-isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Berkat keahliannya sebagai dalang yang membawa arus pembaharuan di dunia wayang kulit, ia telah berhasil meraih beberapa penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri.Ki Manteb Soedharsono lahir pada hari Selasa Legi, 31 Agustus 1948 di Dukuh Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamantan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ki Manteb dibesarkan di tengah keluarga dalang. Kakeknya (Dalang Tus) adalah seorang dalang kondang, dan ayahnya, Ki Hardjo Brahim Hardjowijoyo juga seorang dalang yang pada masa kejayaannya cukup disegani, sedangkan ibunya adalah pesinden dan pengrawit yang berpengalaman.
Sejak kecil Ki Manteb Soedharsono sangat rajin dan tekun mengikuti pementasan orang tuanya. Pengalaman masa kec…

Perang Bubat (1357 M): Antara Ambisi Politik, Kesalahpahaman, dan Romantisme

Gambar
Perang Bubat. Bagi orang Jawa Timur (terutama kalangan pelajar), siapa sih yang tidak tahu peristiwa sejarah ini. Sebuah peristiwa, yang, pada mulanya sama sekali tidak akan diramalkan terjadi peperangan, karena kesalahpahaman, dan mungkin keserakahan Sang Mahapatih saat itu, peristiwa daúp têmanten Sang Maharaja dengan putri seberang negeri yang jelita yang sebenarnya digadang-gadang akan berlangsung meriah menjadi peristiwa tragis berujung duka.
Perang yang mengawali kehancuran Majapahit itu menyisakan luka yang amat dalam bagi Jawa dan Sunda. Ini adalah puncak ketegangan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda-Galuh, sekaligus kesalahan fatal Mahapatih Gajah Mada di akhir karier-nya yang gilang gemilang.
Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada tahun 1279 Saka atau 1357 M pada abad ke-14, yaitu di masa pemerintahan Prabu Rajasanegara alias Hayam Wuruk. Perang terjadi akibat perselisihan antara Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda